Jumat, 23 Juni 2017

"Menara Pisa” Irak, Berusia Hampir 1.000 Tahun, Telah Dirobohkan ISIS




PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

Bestprofit MOSUL, KOMPAS.com – Menara miring Hadba di samping ekat masjid Nuri, Mosul, yang dijuluki menara Pisa” dari Irak itu kini tinggal kenangan dan menjadi sejarah masa lalu.

Bersamaan dengan perobohan masjid Nuri (al-Nuri), masjid bersejarah di Irak, para penjahat Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) merobohkan menara Hadba (al-Habda) dengan menggunakan dengan bahan peledak, Rabu (21/6/2017) malam waktu setempat.

Tampaknya ISIS sedang tertekan oleh pengepungan besar-besaran tentara Irak, yang didukung koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS).

Kematian pemimpin besar ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, akibat serangan udara Rusia di Raqqa, Suriah, telah membuat para pengikutnya kehilangan kendali.

Pasukan Irak pada hari Minggu melancarkan serangan ke Kota Tua, Mosul, delapan bulan setelah serangan besar dimulai untuk merebut kembali kota itu dari ISIS yang menjadikannya sebagai ibu kota de facto kekhalifahan versis ISIS di Irak.

Menara kuno yang dikenal sebagai "al-Hadba" (miring atau bungkuk) terletak di sebelah masjid Nuri dan merupakan bangunan paling paling dikagumi dan dikenal luas di Mosul.
Warga Mosul atau Irak umumnya menyebut menara Hadba sebagai sebagai “Menara Pisa” Irak, seperti dilaporkan kantor berita Perancis, Agence France-Presse, Kamis (22/6/2017).

Best Profit "Hadba" selesai dibangun pada tahun 1172 Masehi dan memiliki hiasan khas dari batu bata yang membentuk poros silindernya dan dijadikan sebagai bangunan bersejarah yang terancam punah.

Menara, yang karena bentuknya yang miring, merupakan simbol kota dan fotonya menghiasi banyak toko atau pusat perbelanjaan dan papan reklame setempat.
Bahkan, nama menara miring itu dipakai sebagai nama banyak restoran, perusahaan, dan klub olahraga.


Dahulu, tiga tahun silam, Baghdadi menggunakan menara itu untuk mengumumkan dirinya sebagai “khilafah”, sekaligus menjadi simbol hukum syariah, atau hukum Islam.

Kini para pengikutnya yang stres dan telah kehilangan banyak wilayah di Irak dan Suriah merobohkan banyak situs warisan utama di Mosul, termasuk museum dan tempat suci lainnya.

Penduduk setempat tidak berhasil menahan para penjahat ISIS yang merobohkan masjid bersejarah itu. "Padahal menara al-Hadba telah berdiri di sini selamanya, ini adalah bagian dari sejarah Mosul, ini adalah simbol kota," kata Ahmed Thilij Hamed, seorang penduduk berusia 49 tahun.

"Ketika menara itu hancur, ini akan menjadi mimpi buruk bagi warisan budaya  Mosul karena semua landmark lainnya hilang," kata Hamed. "Saya sangat kecewa, saya tidak bisa melihat momen itu lagi."


"Daesh meledakkan landmark warisan ini karena alasan psikologis," kata Letnan Jenderal Abdulwahab al-Saadi, salah satu komandan tertinggi kontra terorisme yang mempelopori pertempuran melawan ISIS, dengan menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS.

Koalisi pimpinan AS yang melakukan serangan udara setiap hari dan meminta penasihat di lapangan untuk mendukung operasi Mosul mengutuk penghancuran menara Hadba dan masjid Nuri.

"Ini adalah kejahatan terhadap rakyat Mosul dan seluruh Irak, dan merupakan contoh mengapa organisasi brutal ini harus dimusnahkan," kata salah satu petinggi militer AS, Mayor Jenderal Joseph Martin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar