
NEW YORK - Harga minyak terus meningkat pada Selasa
(Rabu pagi WIB), karena para pedagang mengantisipasi bahwa data resmi
akan menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas
Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 0,38 dolar AS menjadi
menetap di 46,46 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk
pengiriman Agustus naik USD0,43 menjadi ditutup pada USD48,72 per barel
di London ICE Futures Exchange.
Badan Informasi Energi AS (EIA) akan merilis data mingguan
tentang persediaan minyak negara tersebut pada Rabu (14/6/2017) waktu
setempat.
Beberapa analis memperkirakan persediaan minyak mentah AS kemungkinan turun lebih dari dua juta barel pada pekan lalu.
Sementara itu, Arab Saudi, eksportir minyak utama dunia, akan
memotong alokasi minyak mentah ke Asia pada Juli menjadi sekitar 300.000
barel per hari (bpd), lebih dalam daripada Juni.
Namun demikian, produksi minyak OPEC meningkat pada Mei, meskipun
ada kesepakatan mengenai penurunan produksi pada bulan lalu, laporan
kartel tersebut menunjukkan pada Selasa (13/6/2017).
Laporan bulanan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC)
menunjukkan bahwa didorong oleh peningkatan produksi Nigeria, produksi
minyak kartel mencapai 32,139 juta barel per hari.
Tingkat produksi tersebut, 336.000 barel per hari lebih tinggi
dari produksi pada April, yang juga merupakan tingkat tertinggi sejak
kartel mulai menerapkan kesepakatan pemotongan produksi pada Januari.
Pagu produksi minyak OPEC yang disepakati adalah 32,5 juta barel per hari.
Sumber : Okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar