PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT - Industri ritel modern
tanah air tengah menghadapi tantangan dalam hal penjualan, pergeseran
pola belanja masyarakat berdampak pada penurunan penjualan gerai ritel
modern.
Pakar Manajemen dan juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali menjelaskan, ada
beberapa faktor yang membuat ritel modern berguguran utamanya di
kota-kota besar seperti Jakarta.
Rhenald mengatakan, faktor
pertama yang menyebabkan ritel modern berguguran adalah ketatnya
persaingan ritel modern di kota besar.
"Ekonomi kita naik terus,
digenjot terlalu cepat sehingga daya dukungnya makin terbatas karena
ritel sudah terlalu crowded," ujarnya kepada Kompas.com.
Menurutnya, persaingan sudah sangat gencar, kemudian muncul online, walaupun transaksi e-commerce di Indonesia masih sebesar 1 persen dari total transaksi jual beli sektor ritel keseluruhan di Indonesia. BEST PROFIT
"Nation-wide retail online hanya 1 persen dari total ritel, tapi ini kan fenomena megacity Jakarta. Di megacity ini diduga retail online sudah diatas 20 persen," tambahnya.
Rhenald menjelaskan, faktor selanjutnya adalah adanya perubahan daya
dukung komunitas yang berubah, seperti kawasan pemukiman di beberapa
wilayah Jakarta dan sekitarnya sudah beralih fungsi menjadi pusat bisnis
dan tidak lagi menjadi wilayah pemukiman.
"Dulu ritel-ritel itu
hidup disekitar pemukiman. Ritel menghitung ada berapa banyak yang
tinggal dekat outlet yang akan dibuka itu dalam radius lima kilometer,"
kata Rhenald.
Dia mencontohkan, seperti di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan, ada
Cilandak Town Square disekelilingnya terdapat area pemukiman, mulai dari
Ciputat, Pondok Indah, Fatmawati, Lebak Bulus, hingga Pasar Minggu.
"Tapi
tiba-tiba areal itu peruntukannya berubah. Fatmawati menjadi kawasan
dagang, jalan layang dibangun, macet. Maka penduduk pindah. Karena
fasilitas daya dukung berubah, harga tanah makin mahal, muncul kawasan
jasa, ruko dan apartemen," jelasnya. PT BESTPROFIT
Dengan dampak tersebut, kawasan pemukiman menjadi berubah dan masyarakat pun berpindah.
"Warga biasa pun move out. Maka dampaknya terasa bagi outlet-outlet yang daya dukungan lingkungannya berubah. Customer based berubah ke daerah-daerah di luar ring 1," jelasnya.
"Potentially, ritel yang masih bagus ada diantara ring 1
(Jakarta Outer Ring Road 1) dan ring 2 (Jakarta Outer Ring Road 2 yang
sedang disambung). Disitulah mukim new middle class yang masih doyan belanja," pungkasnya.
Tercatat, hingga saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha ritel yang
menutup gerai usahanya akibat dari sisi pendapatan tak sesuai target
perusahaan, diantaranya 7-Eleven, PT Matahari Department Store.
Kemudian, Lotus Department Store dan Debenhams yang telah ditutup oleh
PT Mitra Adi Perkasa Tbk pada akhir bulan Oktober lalu dan akhir tahun
2017. PT BEST PROFIT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar