PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT - Harta karun berupa emas bernilai 26 juta poundsterling atau sekitar Rp 465 miliar milik Tsar Nicholas II, kaisar terakhir Rusia, dikubur di dekat sebuah jalur kereta api di Siberia.
Hal tersebut diungkapkan dalam sejumlah dokumen KGB yang sejauh ini merupakan dokumen yang menyebutkan lokasi harta kerajaan yang sudah hilang selama 100 tahun itu.
Banyak
kalangan di Rusia yakin harta yang berada di Rusia itu adalah satu dari
lima lokasi penyimpanan rahasia harta benda kerajaan setelah revolusi
komunis menggulingkan monarki pada 1917.
Dalam dokumen-dokumen KGB
yang dipublikasikan, seorang prajurit
mengklaim telah menguburkan 26 kotak berisi emas milik Tsar Nicholas di
jalur kereta api Trans-Siberia, lebih dari 3.500 kilometer sebelah timur
Moskwa. BEST PROFIT
Karl Purrok, nama prajurit itu, mengatakan, dia dan seorang temannya
menguburkan kotak-kotak itu di kedalaman 2,5 meter, 5 kilometer dari
Stasiun Taiga.
Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan harta milik
kerajaan dari jarahan Tentara dalam perang saudara menyusul Revolusi
Bolshevik.
"Gerbong-gerbong kereta dipenuhi emas. Saat berhenti kami menggali lubang di tanah," kata Purrok.
Dua hari setelah mengubur harta benda kerajaan itu, Purrok ditangkap
Tentara Merah. Saat dibebaskan, dia kembali ke lokasi penguburan harta
itu tetapi gagal menemukannya.
Tsar Nicholas membawa banyak hartanya ke Siberia saat dia dan keluarganya diasingkan menyusul revolusi 1917. PT BESTPROFIT
Setahun
kemudian, Tsar Nicholas dan keluarganya dieksekusi pasukan komunis,
yang selama beberapa dekade setelahnya mencoba mencari harta sang kaisar
tetapi tak berhasil.
Sejumlah laporan mengatakan, mahkota milik
keempat putrinya dan sang permaisuri Alexandra bersama perhiasan berlian
yang nilainya belum diketahui hingga saat ini belum ditemukan.
Dua kotak perhiasan, yang diserahkan sendiri oleh Tsar kepada
penduduk lokal, nampaknya disembunyikan di wilayah Tobolsk atau Omsk.
Benda-benda
yang disembunyikan di kedua kota itu terdiri atas pedang milik Tsar
Nicholas dan putranya, Pangean Alexei yang baru berusia 13 tahun saat
dibantai bersama seluruh anggota keluarganya. PT BEST PROFIT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar