
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
KECELAKAAN dalam bidang transportasi memang kerap
terjadi, tak hanya di Indonesia tetapi juga di mancanegara. Faktor
kelalaian biasanya menjadi penyebab utama yang memicu terjadinya
kecelakaan. Kelalaian tersebut bisa dilakukan oleh berbagai pihak, baik
pengemudi, penumpang, ataupun pihak lain yang berhubungan langsung
dengan transportasi tersebut.
Kecelakaan yang menyebabkan banyak korban tewas pernah terjadi di
Pakistan, 60 tahun yang lalu. Sebuah kereta penumpang bertabrakan
dengan kereta pengangkut minyak di Provinsi Gambar, Pakistan. Ratusan
orang tercatat meninggal dunia akibat kecelakaan itu.
Diketahui, saat itu ada kereta penumpang yang akan melintas di
Provinsi Gambar. Kereta yang berangkat dari Pakistan Barat itu akan
menuju Karachi. Jumlah penumpang saat itu memang tak seperti biasanya.
Kereta dalam keadaan penuh sesak. Ratusan penumpang berada di
dalam kereta penumpang itu. Mereka saling berdesak-desakan, memaksakan
diri untuk dapat menaiki kereta itu.
Namun, kecelakaan ini terjadi bukan karena jumlah penumpang yang
berlebihan. Kereta masih bisa berjalan dengan lancar saat itu. Kepadatan
di dalam kereta tak menghambat perjalanan.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan otoritas berwenang di
Pakistan, kecelakaan itu terjadi karena buruknya sistem perkeretaapian
saat itu. Pihak pengelola kereta api tak mengatur rutenya dengan baik.
Tak hanya sistem, kurangnya fasilitas juga diklaim menjadi
penyebab kecelakaan. Saat itu, sinyal yang dipasang di jalur kereta
sangatlah sedikit. Jumlahnya masih jauh dari kata cukup. Bahkan, tak ada
sinyal yang dipasang di Provinsi Gambar.
Pada 29 September 1957 malam waktu setempat, jalur kereta itu tak
hanya dilintasi kereta penumpang. Sebuah kereta kargo yang membawa
minyak juga dikabarkan akan melewati wilayah tersebut. Kereta pembawa
minyak itu berada di rel dekat wilayah Montgomery.
Peristiwa nahas itu terjadi ketika pengelola perkeretaapian
melakukan sebuah kesalahan. Karena ceroboh, mereka malah mengirim kereta
penumpang itu ke rel yang salah. Kereta diletakkan di rel yang sama
dengan kereta pengangkut minyak.
Masinis kereta tidak mengetahui bahwa sebuah bencana besar akan
segera terjadi. Pasalnya, tidak ada sinyal yang dapat digunakan untuk
memperingatkannya lokasi kereta pengangkut minyak.
Tabrakan pun tak bisa terelakkan. Kereta penumpang yang melaju
sangat kencang menabrak bagian belakang kereta pengangkut minyak.
Peristiwa ini terjadi tepat sebelum tengah malam.
Tabrakan yang terjadi saat itu begitu hebat. Kecelakaan itu
bahkan memicu ledakan yang besar. Ledakan diduga dipicu oleh keberadaan
minyak di salah satu kereta.
Tim penyelamat langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah
peristiwa itu terjadi. Meski kecelakaan begitu hebat, tak seluruh
penumpang kereta tewas. Pencarian dan penyelamatan korban yang masih
hidup pun segera dilakukan.
Banyaknya penumpang saat itu membuat pencarian korban tewas
berlangsung sepanjang malam, bahkan dilanjutkan hingga beberapa hari
selanjutnya. Tim penyelamat tak hanya menemukan mayat di lokasi
kejadian. Kerasnya benturan membuat korban tewas terlempar sampai
ratusan kaki dari lokasi kecelakaan.
Setidaknya 300 orang yang menumpang di dua kereta itu tewas
akibat kecelakaan tersebut. Sementara sekira 150 orang lainnya mengalami
luka-luka akibat kerasnya benturan antara dua kereta.
Banyaknya korban tewas membuat peristiwa ini menjadi salah satu
kecelakaan kereta api terburuk sepanjang sejarah Pakistan. Sejak saat
itu, pembenahan pun dilakukan oleh Pemerintah Pakistan, terutama dalam
bidang transportasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar