PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
Bestprofit JAKARTA, KOMPAS.com - Pada awal pekan dan awal semester II 2017, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG)
diperkirakan berpeluang menguat. Motor penguatan yakni saham berbasis
komoditas, kecuali berbasis emas dan batu bara yang justru turun.
Selain itu, penguatan IHSG
juga dimotori oleh penguatan saham berbasis telko, akibat terjadinya
kenaikan trafik penggunaan data sepanjang liburan Lebaran serta saham
berbasis infrastruktur seperti PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan saham
perbankan.
" IHSG
akan menembus level 5.802-5.854," Ujar Edwin Sebayang, Analis MNC
Sekuritas melalui paparan risetnya kepada Kompas.com. Edwin sebayang
juga memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran 13.295-13.370 per
dollar AS setelah sebelumnya ditutup di level 13.348 per dollar AS.
Edwin Sebayang juga merekomendasikan sejumlah saham untuk posisi
"buy". Yakni ASII, CPIN, ADHI, APLN, BRPT, BSDE, CTRA, EXCL, GJTL, HMSP,
ICBP, INDF, ISAT, JPFA, PTBA, PWON, TLKM, TOTL, TPIA, UNTR, WSBP, dan
WSKT.
Sebelumnya, sepanjang Juni 2017 IHSG
menguat sebesar 1,73 persen tetapi disertai dengan Net Sell Asing
sebesar Rp -11.49 triliun. Sementara sepanjang semester 1 2017 IHSG
menguat 10,06 persen dan Net Buy Asing tersisa Rp 17.27 triliun.
Penguatan tersebut setelah sempat mencapai rekor tertinggi Net Buy Asing
di Mei sekitar Rp 28,5 triliun.
Penguatan juga merujuk bursa regional sepanjang minggu lalu, yakni
sebagian indeks acuanbergerak turun seperti indeks Dow Jones -0,21
persen, indeks Nikkei -0,49 persen.
Penurunan terjadi sewaktu Bursa Indonesia tutup tetapi kondisi
sebaliknya terjadi dimana acuan harga minyak WTI Oil naik 8,93 persen,
Nikel naik 4,27 persen, Tin naik 2,43 persen & CPO naik 0,7 persen
sementara emas dan Coal batu bara turun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar