PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT - Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel menuai kemarahan dari para pemimpin dunia.
Banyak
yang merasa langkah pemerintah AS tersebut mengancam stabilitas di
seluruh wilayah, dan menghancurkan prospek pencapaian perdamaian antara
Israel dan Palestina.
Pemerintah AS juga akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Jerusalem.
Dilansir dari Al Jazeera, berikut beberapa negara yang bereaksi terhadap keputusan Trump.
Presiden Lebanon, Michel Aoun, menyebut keputusan AS mengancam proses perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Pemerintah Yordania, menganggap keputusan tersebut ilegal.
"Keputusan
tersebut mengawali status final dari negoisasi yang dapat memicu
kemarahan, dan mengobarkan emosi umat Islam dan Kristen di seluruh
negara Arab dan Islam," kata juru bicara pemerintah Yordania, Mohammad
Al Momani.
Israel menduduki Jerusalem Timur pada akhir Perang 1967
dengan Suria, Mesir, dan Yordania, yang menempatkan seluruh kota di
bawah kendali Israel secara de facto.
Masyarakat internasional tidak pernah mengakui klaim Israel atas seluruh Jerusalem. BEST PROFIT
Menteri Luar Negeri Qatar, Sheik Mohammed bin Abdulrahman mengatakan. keputusan Trump merupakan hukuman mati bagi semua orang yang mencari kedamaian.
Warga Palestina menginginkan Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara
masa depan mereka. Sementara, Israel bersikeras kota ini adalah ibu kota
yang bersatu, dan tak dapat dibagi.
Presiden Perancis, Emmanuel Macron, menuliskan tanggapannya di Twitter.
"Pemerintah
Perancis tidak menyetujui keputusan tersebut dan mendukung solusi dua
negara, Israel dan Palestina, sehingga hidup damai dan aman, dengan
Jerusalem sebagai ibu kota kedua negara," tulis Macron.
Sementara itu, Pemerintah Pakistan menilai langkah Trump merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB. PT BESTPROFIT
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan perlindungan status Jerusalem menjadi sangat penting saat ini.
Berbeda dengan mereka, sambutan terhadap keputusan Trump ditanggapi dengan suka cita di Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan keputusan Trump soal Jerusalem menjadi hari bersejarah bagi negaranya.
Menurutnya, Jerusalem telah menjadi ibu kota Israel selama hampir 70 tahun.
"Jerusalem
menjadi fokus dari harapan, impian, dan doa kami selama 3.000 tahun.
Jerusalem telah menjadi ibu kota orang-orang Yahudi selama 3.000 tahun,"
katanya dalam sebuah pernyataan.
Presiden Israel, Reuven Rivlin,
juga menyambut baik pengumuman Trump. Dia mengatakan tidak ada lagi
hadiah yang pantas dan seindah itu, ketika mendekati 70 tahun
kemerdekaan Israel.
"Pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel,
dan relokasi semua kedutaan ke kota itu, merupakan tanda pengakuan hak
orang-orang Yahudi ke tanah kami," ujarnya. PT BEST PROFIT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar