PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT - Serikat buruh membantah ada sponsor di balik gelombang massa yang melakukan aksi menolak Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Hal itu menjawab pernyataan pemerintah yang mengklaim mengetahui siapa dalang yang menggerakkan demo besar-besaran sejak kemarin.
"Sangat tidak benar (tudingan tersebut) apalagi
kawan-kawan mahasiswa kan jernih cara berpikirnya. Coba saja tanya di
lapangan ke mahasiswa-mahasiswa," kata Presiden Konfederasi Serikat
Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal saat dihubungi detikcom, Kamis (8/10/2020). PT. BPF MEDAN
Dia
menjelaskan, baik buruh ataupun kawan-kawan mahasiswa menggelar aksi
penolakan terhadap Omnibus Law karena memang merasa terpanggil untuk
memperjuangkan nasib. BESTPRO
"Tanya
siapa yang bayar? Mereka terpanggil semua karena nasib masa depan
mereka termasuk kita itu 30-40 tahun tergadaikan kan kontrak seumur
hidup, outsourcing seumur hidup, rezim upah murah dengan
hilangnya UMSK (Upah Minimum Sektor Kabupaten), itu kira-kira tentang
masa depan," jelasnya. PT BESTPRO
Dia
menegaskan bahwa aksi yang dilakukan, khususnya mogok oleh buruh sudah
direncanakan sejak awal. Tidak ada pihak yang menunggangi. PT BESTPROFIT
"Kan
serikat buruh memang dari awal, dari mulai 2 minggu-3 minggu yang lalu
kita mengumumkan mogok nasional tanggal 6 sampai 8 Oktober di lingkungan
pabrik masing-masing yang disepakati oleh pimpinan cabang, dan itu
sudah terjadi kan sampai hari ini," tambahnya. PT. BPF
Sebelumnya,
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam
wawancara dengan CNBC Indonesia TV seperti dikutip Kamis (8/10/2020),
mengaku tahu pihak-pihak yang membiayai aksi demo itu. BEST PROFIT FUTURES
Tidak ada komentar:
Posting Komentar