PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT -
Susu kental manis (SKM) mempunyai rasa yang nikmat karena kandungan
gulanya yang tinggi. Namun perlu diketahui SKM akan jadi berbahaya bagi
kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan, terlebih pada anak-anak.
Berdasarkan
penelitian terbaru oleh PP (Pimpinan Pusat) Aisyiyah dan Yayasan
Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI), saat ini banyak anak-anak
yang mengalami rasa kecanduan mengonsumsi SKM. Dampaknya sebagian dari
mereka disebut mengalami gizi buruk. BESTPRO
"Itu
pengalaman kami rata-rata di survey, termasuk saat di Bali. Ada salah
satu ibu bercerita bahwa anaknya masih suka dikasih SKM dan dia tidak
pernah mau lepas, karena sudah kecanduan. Itu anak kecil kecanduan dan
tak mau lepas sama sekali. Temuan kami di Bantargebang juga hampir
semuanya tidak mau lepas dari SKM. Bahkan, orangtuanya dilempar botol,"
kata ketua Harian YAICI, Arif Hidayat saat ditemui pada Kamis
(26/12/2019). BPF
Menjelaskan hal ini Ketua Bidang Kesahatan Pimpinan Pusat Muslimat NU (Nahdlatul Ulama), dr Erna Yulia Sofihara, mengatakan bahwa rasa kecanduan yang timbul pada anak saat mengonsumsi SKM sebetulnya tidak sama seperti rokok. Ini karena di dalam SKM tidak terdapat zat adiktif. PT BEST PROFIT
"Susu kental manis itu tidak ada zat-zat yang menyebabkan adiktif, tetapi hanya jadi kebiasaan sama seperti anak kecil kalau dikasih cokelat maunya kan terus-terusan seperti itu. Jadi, karena faktor psikologis kebiasaan, jadi dia kaya kecanduan, tapi zatnya sendiri tidak menyebabkan kecanduan," ucap dr Erna meluruskan. PT BEST PROFIT FUTURES
Menjelaskan hal ini Ketua Bidang Kesahatan Pimpinan Pusat Muslimat NU (Nahdlatul Ulama), dr Erna Yulia Sofihara, mengatakan bahwa rasa kecanduan yang timbul pada anak saat mengonsumsi SKM sebetulnya tidak sama seperti rokok. Ini karena di dalam SKM tidak terdapat zat adiktif. PT BEST PROFIT
"Susu kental manis itu tidak ada zat-zat yang menyebabkan adiktif, tetapi hanya jadi kebiasaan sama seperti anak kecil kalau dikasih cokelat maunya kan terus-terusan seperti itu. Jadi, karena faktor psikologis kebiasaan, jadi dia kaya kecanduan, tapi zatnya sendiri tidak menyebabkan kecanduan," ucap dr Erna meluruskan. PT BEST PROFIT FUTURES
Tidak ada komentar:
Posting Komentar