PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT - Kasus infeksi jamur hitam atau mucormycosis menyeruak seiring gelombang tsunami COVID-19 di India. Peneliti meyakini, kasus ini sebenarnya memang sudah banyak terjadi di India sebelum pandemi COVID-19. Penyebabnya tak lain tingginya kasus diabetes yang tak terkontrol di negara tersebut.
"Mucormycosis sangat terkait dengan
kasus diabetes yang tidak terkontrol dan banyak terjadi di India," ujar
pakar infeksi jamur dari Universitas Manchester, dr David Denning,
dikutip dari BBC, Senin (7/6/2021). PT. BPF MEDAN
Menurutnya, masalah jamur hitam di India ini kian runyam lantaran infeksi jamur hitam tak
mudah dideteksi. Beberapa penelitian pun menyebut, kasus infeksi jamur
hitam kerap sulit didiagnosis lantaran pengumpulan sampel jaringan yang
sulit dan kurang sensitivitas tes diagnostik. PT BESTPRO
Infeksi
jamur hitam ini sudah terjadi di sekitar 38 negara sebelum ada pandemi
COVID-19. Menurut Leading International Fungal Education, 2 negara
dengan kasus tertinggi yakni India dan Pakistan. BESTPRO
Penelitian
terbaru menunjukan, 94 persen pasien COVID-19 yang terinfeksi jamur
hitam di dunia memiliki riwayat diabetes. 71 persen di antaranya
dilaporkan dari India. BEST PROFIT FUTURES
"Ada
banyak diabetes yang tidak terkontrol di India karena orang tidak
melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur," kata Dr Hariprasath
Prakash dari International School of Medicine di Kyrgyzstan. PT. BPF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar