
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT - Grab
Indonesia tak menutup kemungkinan untuk memperluas jangkauan penerapan
uji coba denda pembatalan order pemesanan layanan ke wilayah-wilayah
lain.
Sejauh ini Grab baru menerapkan biaya pembatalan pemesanan
layanan tersebut di dua kota, yaitu Lampung dan Palembang. Pemberlakuan
itu dilakukan Grab sejak 21 Juni lalu dan statusnya masih dalam bentuk
uji coba. BEST PROFIT
"Biaya pembatalan masih dalam tahap uji coba. Nanti kita akan kasih tahu hasilnya," ujar Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata ditemui usai peluncuran GrabWheels di Universitas Indonesia, Rabu (17/7/2019). PT BESTPROFIT
Kendati begitu, seperti disampaikan Ridzki, Grab bisa saja menerapkan
aturan tersebut di daerah-daerah lainnya. Sebab, menurutnya hal ini
dinilai baik untuk pengemudi dan penumpang. PT BEST PROFIT
"Kalau hasilnya bagus akan kembangkan ke daerah lain, karena bagus untuk ekosistem penumpang dan pengemudi," kata dia. BESTPROFIT FUTURES
Adapun hasil denda pembatalan ini tidak masuk ke kantong Grab, melainkan diterima sepenuhnya kepada mitra pengemudi. BEST PROFIT FUTURES
Sebelumnya, Grab Indonesia mengatakan, meski penerapan kebijakan denda
pembatalan di Lampung dan Palembang, hal itu tidak berbanding lurus
dengan penurunan jumlah orderan di platform mereka. PT BESTPROFIT FUTURES
"Kita lihat
dari prinsipnya, prinsipnya ini adalah keadilan yang baik untuk
penumpang dan pengemudi. Kita lihat harus seimbang di sini." PT BEST PROFIT FUTURES
"Kita
harapkan tidak ada penurunan sih, ini sangat adil karena orang tidak
kena penalti kalau pembatalannya di bawah menit tertentu," tuturnya. BESTPRO PT BESTPRO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar