
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT - Bukan rahasia lagi jika banyak layanan
digital saat ini mengumpulkan data milik pengguna untuk lebih memahami
mereka dan meningkatkan layanannya.
Tapi kita kadang tidak sadar betapa
banyaknya data yang dikumpulkan oleh platform seperti Google, Facebook dan sebagainya. BEST PROFIT
Head
of Global Insight Network TrendWatching, Nathania Christy mengatakan
bahwa ia terkejut dengan banyaknya data miliknya yang dikumpulkan oleh
Google. PT BESTPROFIT
"Saya coba unduh dan ternyata Google memiliki hampir 5
GB data pribadi saya, itu setara dengan dokumen dengan 3 juta halaman,"
kata saat berbicara di event Global Trend Event di Grand Indonesia,
Jakarta, baru-baru ini. PT BEST PROFIT
Ia mengatakan solusinya bukan mendorong pengguna untuk berhenti
membagikan datanya dengan brand. BESTPROFIT FUTURES
Tapi justru brand harus memanfaatkan
data tersebut untuk mencipatakan solusi atas masalah di masyarakat. BEST PROFIT FUTURES
Namun
brand tidak perlu melakukan hal tersebut sendirian. Dengan bermitra
dengan pemerintah, brand dapat menyelesaikan masalah besar yang mendera
suatu daerah, seperti misalnya kemacetan. PT BESTPROFIT FUTURES
Nathania mengambil
contoh perusahaan ride hailing China, Didi Chuxing. Uber-nya China ini
mengumpulkan 7,43 order pada tahun 2017, jadi bisa dibayangkan betapa
banyaknya data pengguna yang mereka kumpulkan. PT BEST PROFIT FUTURES
"Jadi apa yang
mereka lakukan dengan data ini? Mereka bermitra dengan pemerintah lokal
untuk menciptakan solusi lalu lintas untuk kota tersebut," ujar
Nathania. BESTPRO
"Mereka menggunakan data tersebut untuk otomasi lampu
lalu lintas dan juga mengubah jalur jika sudah macet parah. Jadi mereka
berpikir lebih jauh dari bisnis dan pengguna mereka, dan fokus kepada
kota tersebut secara keseluruhan," pungkasnya. PT BESTPRO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar