
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT - Sebagai seorang penemu, mungkin nama Gidoen Mantell tidak setenar Isaac Newton, Alexander Fleming, Thomas Alva Edison,
atau Wright bersaudara.
Padahal, Gideon merupakan ilmuwan yang
memberikan salah satu penemuan paling penting di planet Bumi ini, yaitu
eksistensi dinosaurus. BEST PROFIT
Pada
1822, Mantell menemukan fosil ketika sedang melakukan penggalian di
Sussex, Inggris. Temuannya itu kemudian diklasifikasikan sebagai gigi
Iguanodon, dinosaurus pemakan tumbuhan yang hidup sekitar 120 juta tahun
lalu. PT BESTPROFIT
Sebelum
diklasifikasikan, Mantell sudah menyadari bahwa benda tersebut
merupakan peninggalan dari makhluk hidup terdahulu. Ia menjadi pembeda
tatkala para ilmuwan lain memperkirakan tulang-tulang dinosaurus
merupakan milik manusia raksasa di masa lalu. PT BEST PROFIT
Sayang, temuan itu justru dipelintir oleh Richard Owen. Ahli
biologi asal Inggris tersebut mencoba menginterpretasikan dinosaurus
sebagai "monster milik Tuhan" ketimbang leluhur atau nenek moyang
manusia di Bumi. BESTPROFIT FUTURES
Kebetulan, saat itu orang-orang sedang menikmati suguhan teori-teori
konspirasi mengenai hewan-hewan misterius yang aneh seperti unicorn. Owen bersikeras menghadirkan argumentasi "monster milik Tuhan" dari
pemikirannya itu, yang pada saat bersamaan juga memunculkan istilah
dinosaurus. BEST PROFIT FUTURES
Owen pun sukses besar dan mendapat banyak pengakuan. Di sisi lain, nama Mantell justru tenggelam. Sejarah
ini pun coba diangkat menjadi sebuah pementasan berjudul Dinomania,
yang dilangsungkan di New Diorama Theatre, London, Inggris mulai 19
Februari hingga 23 Maret. Ceritanya akan fokus pada kegemilangan seorang
Owen dan kehancuran yang dirasakan Mantell. PT BESTPROFIT FUTURES
"Mantell ingin mendorong dirinya untuk masuk ke jajaran para ilmuwan
kelas atas, tapi itu tak pernah terjadi, dan membuat keluarganya
melarat," ujar James Yeatman, sebagaimana dikutip dari The
Guardian, Senin (4/2/2019). PT BEST PROFIT FUTURES
Menariknya, masalah kepemilikan di
dalam penelitian pun masih terasa sampai saat ini. Hal tersebut
disampaikan oleh David Unwin, ahli paleontologi dari University of
Leicester, Inggris. BESTPRO
"Ini merupakan demam emas baru bagi ahli
paleontologi, siapa yang benar-benar mendapat akses untuk melihat fosil,
semuanya kembali ke kekuasaan dan kontrol yang dimiliki, seperti yang
terjadi pada Owen dan Mantell," ujarnya. PT BESTPRO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar