
PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT - Keputusan NASA membatalkan partisipasi salah
satu astronaut dalam misi mereka berikutnya menimbulkan kecaman hingga
pembuatan petisi.
Jeanette Epps, astronot asal Amerika Serikat
ini, harus gigit jari setelah NASA menghapus namanya dari misi
Expedition 56 dan 57 ke International Space Station (ISS).
Rencananya,
misi tersebut akan dilangsungkan pada Juni mendatang, dengan
menggunakan Soyuz, kendaraan antariksa milik Rusia, yang diterbangkan
dari Kazakhstan.
Padahal, wanita berusia 47 tahun ini akan menjadi angkasawan berdarah
Afrika-Amerika pertama yang didaulat menjadi kru di stasiun luar angkasa
tersebut, seperti kutip dari BBC.
Jeanette
sendiri sempat menunjukkan antusiasmenya terhadap keikutsertaannya
dalam Expedition 56 dan 57. "Saya sangat antusias saat berpikir bahwa
saya akan pergi ke luar angkasa," ujarnya saat diwawancara dengan
majalah Elle. BEST PROFIT
"Saat orang-orang kembali dari antariksa, saya melihat betapa mereka sangat menginginkan untuk kembali ke sana," ia menambahkan.
Tapi
Jeannette harus gigit jari lantaran posisinya akan digantikan oleh
Serena Auñón-Chancellor, yang memang menjadi wakil dari Jeanette pada
misi kali ini.
Keduanya sempat tergabung bersama-sama di angkatan
astronot NASA ke 20 yang terpilih pada Juni 2009. Mereka beranggotakan
sembilan orang, dengan tujuh di antaranya sudah merasakan atmosfer luar
angkasa.
Badan antariksa Amerika tersebut tidak memberikan alasan
yang jelas terkait dengan gagalnya Jeanette untuk meluncur ke ISS.
Namun mereka tetap mempertimbangkan wanita kelahiran Syracuse, New York,
ini terhadap misi selanjutnya.
Lebih lanjut, NASA mengatakan
bahwa mereka akan menempatkan Jeanette kembali ke Johnson Space Center
di Houston, AS, untuk mengambil tugas di Astronaut Office, sebagaimana
tertulis dalam situs resminya. PT BESTPROFIT
Dikecam Sang Kakak
Keputusan
NASA untuk menarik mundur Jeanette dari Expedition 56 dan 57 menuai
kecaman keras dari sang kakak, Henry Epps. Ia menulis di laman Facebook,
bahwa adiknya sudah berjuang melawan rasisme dan misogini hingga sampai
di titik sejauh ini.
Ironisnya, ia menambahkan, NASA justru menahannya untuk melangkah lebih jauh lagi setelah segala pengorbanan yang dilakukannya.
Tulisannya
tersebut pun memicu lahirnya petisi dalam situs MoveOn.org yang meminta
agar Jeanette mendapatkan kembali misinya. Sampai saat ini, sudah ada
532 orang yang berpartisipasi, dengan target mencapai 750.
Meskipun
Henry mengatakan bahwa bukan dirinya yang menginisiasi gerakan
tersebut, namun ia mengaku sudah menjadi partisipan, pun dengan anggota
keluarga yang lain. PT BEST PROFIT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar