PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN
BESTPROFIT
- Vape sering digambarkan sebagai salah satu alternatif yang lebih aman
dibandingkan dengan merokok. Namun sebuah penelitian baru mengungkap
kalau Vape juga sama-sama memiliki resiko.
Penelitian
yang dilakukan oleh para dokter di Children's National Hospital di
Washington DC, menemukan seorang gadis remaja yang tenggorokannya
membengkak, disebut akibat kebiasaan 'vaping'. PT BEST PROFIT
Remaja
yang tidak disebut namanya itu mengunjungi dokter setelah suaranya
menjadi serak. Ia merasa seperti ada yang sedang bersarang dalam
tenggorokannya. PT BESTPRO
Awalnya
dokter tidak mencurigai hal itu sebagai akibat dari kebiasaan
vaping-nya. Dokter mengira remaja itu hanya mengalami alergi biasa.
Namun ketika diberikan obat antihistamin, kondisi tenggorokan remaja itu
belum juga membaik. Akhirnya ia segera dirujuk ke rumah sakit. BESTPRO
"Kami
menguji spesimennya dalam sejumlah cara untuk sejumlah patogen
pernapasan, termasuk virus pernapasan, virus influenza, virus
Epstein-Barr, Streptococcus dan banyak lagi. Namun semua negatif," ujar
Michael Jason Bozzella, salah satu dokter yang melakukan penelitian ini,
dikutip dari Mirror. BPF
Hasil tes yang dilakukan tidak menunjukkan kalau remaja tersebut terbukti terinfeksi jamur, bakteri, atau virus. Namun ketika berbicara mengenai keluhannya, remaja tersebut
mengakui kalau ia memiliki kebiasaan 'vaping' selama berbulan-bulan
hingga akhirnya ia merasa ada yang salah dengan tenggorokannya. BEST PROFIT
Para
dokter yang tergabung dalam penelitian itu menyebut bahwa penyebab
tenggorokannya menjadi bengkak adalah vape terbilang masuk akal. Dr
Kathleen Ferrer, yang juga penulis senior studi ini, mengatakan
kemungkinan remaja mengalami epiglottitis subakut, suatu kondisi yang
bisa mengancam jiwa. BEST PROFIT FUTURES
Tidak ada komentar:
Posting Komentar