Kamis, 28 Desember 2017

Penurunan Suku Bunga Acuan Genjot Pembiayaan Pasar Modal

Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

BESTPROFIT - Bank Indonesia (BI) melaporkan, pembiayaan dari pasar modal tercatat sudah mencapai Rp 276,5 triliun hingga November 2017. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 222 triliun.

"Kami menyambut baik pertumbuhan pembiayaan pasar keuangan dan pasar modal melalui penerbitan saham, obligasi, atau MTN (medium term notes)," kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo dalam konferensi pers akhir tahun di Kompleks Perkantoran BI, Kamis (28/12/2017).

Agus menuturkan, tren penurunan tingkat suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate menjadi 4,25 persen merupakan salah satu pemicu pertumbuhan pembiayaan dari pasar modal. Menurut Agus, pertumbuhan pembiayaan dari pasar modal tersebut mencapai 24 persen secara tahunan. BEST PROFIT

"Ini sejalan dengan policy rate yang semakin turun dan kesempatan pembiayaan dari pasar modal, seperti obligasi dan MTN kelihatan semarak," ucap dia.

 Agus mengatakan, sejak BI memperkenalkan suku bunga acuan dari BI Rate menjadi BI 7day Reverse Repo Rate pada Agustus 2016, maka hingga saat ini suku bunga acuan BI sudah turun 100 basis poin (bps). Adapun sejak Januari 2016 hingga Desember 2017, suku bunga acuan BI sudah turun 200 bps. PT BESTPROFIT

Penurunan suku bunga acuan hingga 200 bps tersebut telah mendorong penurunan bunga deposito sebesar 93 bps. Adapun bunga kredit turun sebesar 69 bps. "Walau sudah diturunkan policy rate sebesar 200 bps, dari sisi penyaluran kredit masih ada tantangan. Pada 2017 ini diperkirakan pertumbuhan kredit di kisaran 8 persen," ujar Agus. PT BEST PROFIT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar