Jumat, 28 September 2018

Dibanding Facial, Dokter Sebut Tato Lebih Berisiko Tularkan HIV

Ketimbang facial, pakar sebut tato dan suntik napza lebih berisiko tularkan HIV. Foto: iStock

PT BESTPROFIT FUTURES MEDAN

BESTPROFIT - Diduga usai melakukan perawatan facial, seorang wanita positif tertular virus HIV (human immunodeficiency virus). Kisahnya pun viral di media sosial.

Para ahli menyebut metode ini jarang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan dapat menularkan virus. BEST PROFIT

"Apabila penanganan yang salah, misalnya jarum atau alat komedo ekstraktor yang masih mengandung sisa darah langsung digunakan pada pasien berikutnya pada bagian yang mengalami luka, akan dapat memasukkan virus ketubuhnya. Namun kejadian ini umumnya jarang, karena tergantung viral load atau jumlah virus dalam darah pasien yang sebelumnya," terang DR Dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, FINSDV dari klinik DNI SKIN CENTRE Denpasar. PT BESTPROFIT

Beberapa perawatan facial memang ada yang menggunakan jarum atau alat-alat berujung tajam yang kemungkinan dapat melukai kulit. PT BEST PROFIT

Dan salah satu metode penularan HIV adalah dengan penggunaan jarum suntik yang bergantian, namun dua metode ini disebut-sebut lebih berisiko ketimbang facial. BESTPROFIT FUTURES

Yang pertama adalah menato tubuh atau menggambar tato. Walau memang menggunakan jarum yang tidak berkontak langsung atau memasukkan darah, namun masih banyak faktor-faktor yang dapat memengaruhi penularannya, jelas dr Darma. Terutama apabila pengguna alat tato sebelumnya adalah pengidap HIV. BEST PROFIT FUTURES

Kemudian jarum suntik NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya), yang menjadi salah satu metode penularan HIV terbesar. dr Darma menyebutkan sangat berisiko karena pada jarum suntik yang digunakan umumnya, sehingga darah yang masuk ke dalam jarum bisa cukup banyak sebelum penggunanya memasukkan obat. PT BESTPROFIT FUTURES

Ditemui terpisah, ahli hematologi Prof Dr Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM(K) juga menyebutkan hal yang sama mengenai risiko penularan melalui tato. Namun ia mengaku belum pernah menemukan kasus pasien yang tertular HIV sewaktu facial. PT BEST PROFIT FUTURES

"Kalau perawatan wajah menggunakan jarum suntik mungkin bisa terjadi tapi penularannya sangat jarang karena tubuh itu juga punya imunitas, kalau hanya sedikit virus yang masuk itu tidak akan terjangkit (HIV). Virus biasanya kalau di ruang terbuka sudah mati," katanya.  "Beda kalau misalnya melakukan tato. Itu risikonya lebih besar dan sudah banyak yang terinfeksi," tutupnya. BESTPRO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar